TRINITAS, TRADISI, DAN SOLA SCRIPTURA
Menjawab kakanda Heronimus Suhandi
Pertama; Apakah Trinitas tertulis dalam Perjanjian Baru?
Jika yang dimaksud adalah kata Trinitas secara istilah, memang tidak ada.
Tetapi doktrinnya jelas tertulis.
Alkitab sering menyatakan satu kebenaran tanpa selalu memakai istilah teologisnya.
Contoh:
Matius 28:19 , Baptisan dalam nama (Tri tunggal) Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
2 Korintus 13:13 , Berkat rasuli menyebut tiga Pribadi ilahi secara sejajar.
Yohanes 1:1 , Firman adalah Allah.
Kisah Para Rasul 5:3–4 Roh Kudus disebut Allah.
Jadi Trinitas bukan ciptaan Bapa Gereja, melainkan kesimpulan sistematis dari data Alkitab.
Bapa Gereja tidak menciptakan doktrin; mereka merumuskan apa yang sudah diajarkan para rasul untuk melawan ajaran sesat.
Jelas Alkitab adalah sumbernya.
Konsili hanya memperjelasnya.
Kedua; Apakah menolak Tradisi berarti bidat?
Ini kesalahan definisi.
Alkitab memang mengakui tradisi, tetapi tidak semua tradisi memiliki otoritas ilahi.
Yesus sendiri berkata:
Kamu mengabaikan perintah Allah demi tradisimu. (Markus 7:8)
Jadi sejak awal ada dua jenis tradisi:
✅ Tradisi rasuli (sesuai Firman Tuhan)
❌ Tradisi manusia /hasil magistarium (yang bisa salah)
Protestan tidak menolak semua tradisi.
Yang ditolak adalah tradisi yang disetarakan atau ditempatkan di atas Kitab Suci.
Karena Alkitab sudah menegaskan Segala tulisan yang diilhamkan Allah berguna untuk mengajar…” (2 Timotius 3:16–17)
Paulus menunjuk Kitab Suci sebagai standar yang mencukupi untuk memperlengkapi orang percaya.
Ketiga; pakah Kitab Suci turun langsung dari surga?
Tidak ada Protestan yang mengajarkan Alkitab jatuh dari langit..
Yang diajarkan adalah:
✅Allah mengilhamkan Firman-Nya (2 Petrus 1:21).
✅Manusia menuliskannya dipimpin Roh Kudus.
✅Gereja mengakui kitab yang diilhami bukan menciptakan otoritasnya.
Ini perbedaan penting:
👉 Gereja tidak membuat Firman menjadi Firman Tuhan.
👉 Gereja mengenali Firman yang sudah Firman Tuhan.
Seperti ilmuwan menemukan emas mereka tidak menciptakan emas.
Keempat; Apakah Alkitab ada karena Tradisi?
Secara sejarah, benar Gereja mula-mula mengumpulkan kitab.
Tetapi secara otoritas:
Alkitab berotoritas karena berasal dari Allah, bukan karena disahkan gereja.
Jika gereja memberi otoritas pada Alkitab, maka secara logika, Gereja lebih tinggi dari Firman Tuhan.
Padahal Yesus dan para rasul selalu tunduk pada Kitab Suci sebagai otoritas tertinggi (Matius 4:4, Yohanes 10:35).
Kelima; Jadi siapa sebenarnya yang konsisten?
Ironisnya:
Katolik berkata Tradisi tidak bisa salah.
Tetapi Alkitab menunjukkan pemimpin agama bisa salah (Galatia 2:11 — Petrus ditegur Paulus).
Artinya standar akhir bukan tradisi atau jabatan, melainkan kebenaran Firman Tuhan.
Jadi kakanda yang ganteng ingatlah hal ini baik baik;
❌ Trinitas bukan produk tradisi gereja.
✅ Trinitas berasal dari wahyu Alkitab.
❌ Sola Scriptura bukan menolak sejarah gereja.
✅ Sola Scriptura menempatkan Alkitab sebagai otoritas tertinggi di atas tradisi manusia.
❌ Gereja menciptakan Alkitab.
✅ Gereja mengenali Alkitab.
Jadi yang disebut bidat justru adalah ketika tradisi manusia ditempatkan setara atau melebihi Firman Allah.
Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. (1 Petrus 1:25)